Komplek candi arjuna dieng mahakarya indonesia

Komplek candi arjuna dieng mahakarya indonesia

Komplek Candi Arjuna Dieng merupakan komplek candi tertua di pulau jawa, kawasan candi yang paling populer dan terkenal sehingga menjadi kunjungan wisatawan lebih banyak di banding dengan candi lainya yang ada di dieng, Di samping itu karena akses jalannya yang sangat mudah untuk di jangkau dari arah Banjarnegara maupun dari arah Wonosobo dan sangat strategis lokasi komplek candi arjuna tersebut yaitu berada di titik tengah Dataran Tinggi Dieng dan berada di halaman depan kawasan Wisata Dieng.
Dan Komplek Candi ini terletak di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Kompleks Candi Arjuna memiliki luas sekitar 1 hektare. Di kompleks ini, terdapat lima bangunan candi, yaitu Candi Arjuna, Candi Semar, Candi Srikandi, Candi Puntadewa, dan Candi Sembadra. Selain Candi Semar, keempat candi lain merupakan candi utama yang digunakan sebagai tempat bersembahyang.

Komplek candi arjuna dieng mahakarya indonesia

SAAT PROSESI RUWATAN ATAU PENCUKURAN ANAK BERAMBUT GIMBAL DALAM EVENT DIENG CULTURE FESTIVAL (DCF)

Dari awal munculnya pariwisata di Dataran Tinggi Dieng di bangun hingga sekarang Komplek candi Arjuna menjadi branding market yang paling menjual dibanding tempat lainya. Komplek Candi Arjuna biasa digunakan sebagai tempat pelaksanaan Galungan. Selain itu, Komplek Candi ini juga digunakan sebagai tempat pelaksanaan ruwatan anak gimbal, Mungkin karena alasan inilah tempat ini menjadi pusat kegiatan atau event tahunan budaya Dieng Culture Festival (DCF) yang sangat mengundang banyak perhatian masyarakat indonesia.

Komplek candi arjuna dieng mahakarya indonesiaKomplek Candi Arjuna teridiri dari lima bangunan candi yaitu Candi Arjuna, Candi Srikandi, Candi Puntadewa, Candi Sembadra dan Candi Semar yang di antara ke lima bangunan candi tersebut paling beda di karnakan mengacu pada bentuknya yang menyerupai Mandapa di india dan letak candi Semar tersebut persis di depan Candi Arjuna, Candi Semar juga diperkirakan mempunyai fungsi sebagai tempat untuk menyiapkan upacara atau rituwal keagamaan dan nama-nama candi tersebut diambil dari nama tokoh pewayangan mahabarata.

Dibangunnya candi tersebut di perkirakan pada abad ke VIII (8) hingga abad XV (15) masehi oleh  Dinasti Sanjaya dari Mataram Kuno, Komplek candi ini pertama kali ditemukan pada abad 18 oleh seorang tentara Belanda, Theodorf Van Elf. Saat pertama kali ditemukan kondisi candi tergenang air. Upaya penyelamatan candi pertama kali dilakukan oleh HC Corneulius yang berkebangsaan Inggris sekitar 40 tahun setelah pertama kali candi ini ditemukan. Usahanya kemudian dilanjutkan oleh seorang berkebangsaan Belanda bernama J Van Kirnbergens yang membuat saluaran air bawah tanah yaitu Gangsiran Aswatama yang terletak di sebelah barat Komplek Candi arjuna.

Yang menarik dalam kurun waktu 7 abad pembangunan candi ini terjadi juga evolusi bentuk candi dari yang kental pengaruh Indianya menuju candi yang ciri lokalnya kuat. Perkembangan tersebut di tandai dari perkembangan relung dan menara atap candi.
Perkembangan ciri lokal pada wujud bangunan  dimulai dari Candi Srikandi yang relungnya belum menonjol dan menara atap maih terpisah, Tahap selanjutnya adalah Candi Puntadewa dan Candi Sembadra yang relung-relungnya lebih menonjol.Perkembangan ini kemudian berlanjut pada Candi Dwarawati yang relung dan menaranya hampir menyatu, Akhir dari perkembangan nampak pada Candi Gatotkaca dimana menara dan atapnya disatukan dengan struktur bangunanya.

CHEK WISATA DIENG LAINYA DISINI

Telaga Dringo (Ranu Kumbolonya Dieng)
Jembatan Merah Putih Dieng
Batu Ratapan Angin
Bukit Sidengkeng (Kali Birunya Dieng)
Bukit Sikunir (Golden Sunrise)
Pesona Danau Cebong
Gunung Prau Seribu Bukit (Bukit Teletubis)

Terima kasih telah menyempatkan membaca info/ artikel Komplek candi arjuna dieng mahakarya indonesia via Halodieng.com. Semoga Bermanfaat.
Baca juga artikel :Paket tour dieng - Paket wisata dieng agar lebih tau tentang Dieng

Info Penting Seputar Dieng Lainya :
Paket Wisata Dieng, Penginapan Dieng, Obyek Wisata Dieng

About

View all posts by

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *