Orang dieng di yakini sebagai nenek moyang orang bali

Orang dieng di yakini sebagai nenek moyang orang baliKeberadaan Orang Dataran Tinggi Dieng Di Yakini Sebagai Nenek Moyang Orang Bali , Namun yang paling lokal dan diyakini hanya ada di Dieng dan Bali adalah keberadaan anak-anak Berambut gembel, Puluhan anak bahkan lebih di landa atau di Karuniai Rambut Gembel, Rambut yang rapat lengket saling menjepit tak bisa di urai seperti halnya rambut pada anak-anak lainya, Untuk sisi medis dan logika ilmiahnya sampai sekarang belum tertemukan jawabanya. Namun masyarakat dieng punya jawaban sendiri atas Fenomena Anak Berambut Gembel, Semula kita sangat yakin bahwa Fenomena unik Anak Berambut Gembel tersebut hanya ada Dieng, Namun belakangan ini di temukan anak-anak Berambut Gembel di daerah lain, Seperti di Pulau Bali.

Nah itu semakin menunjukan adanya sebuah keajaiban, Jangan-jangan asumsi dan keyakinan selama ini benar, bahwa Nenek Mioyang Orang Bali adalah orang dari Dataran Tinggi Dieng. Ini mudah untuk melacaknya karna di masa kejayaan Wangsa Sanjaya , Dieng menjadi pusat pendidikan atau peradaban umat Hindu.
Sangat mungkin Dharmasala beserta segala perlengkapanya merupakan le,mbaga pendidikan yang di kunjungi oleh para cantrik dari berbagai penjuru dunia. Setelah tamat mereka kembali ke daerahnya masing-masing, yang tentu saja karena persentuhan itu terjadi perkawinan antara warga Luar Dieng dengan Masyarakat Dieng.

Hipotesa kedua, sangat mungkin karena terjadi bertubi bencana alam baik itu di Kaldera Dieng, meletusanya Gunung Merapi dan sebagainya, membuat kawasan Jawa Tengah tidak nyaman sebagai tempat untuk pengembangan komunitas Hindu mulai tergeser ke timur ke Pegunungan Kendeng-Bromo hingga Trenggalek-Banyuwangi, Sampai akhirnya memperoleh permanen stay di Pulau Dewata Bali.

Jadi bahwa ada benang merah historis antropolis bahkan mungkin DNA antara orang Dieng dengan orang Hindu di Bali sangatlah mungkin, Artinya nenek moyang orang Bali tidak lain adalah para Leluhur yang ada di Dieng, Dalam konteks spiritual, sudah semestinya orang-orang Bali tidak akan kemana-mana sebelum melihat Dieng, Orang bali yang tidak berziarah atau mengujungi Dieng perlu diragukan ke Baliannya , karena orang Bali sangat menghormati leluhurnya.

Setelah beberapa tahun terakhir ini akhirnya keberadaan anak-anak Berambut Gembel tidak berhenti pada pemitosan saja, Namun telah berhasil diangkat oleh para Aktivis Pokdarwisa Dieng Pandawa Desa Dieng Kulon Banjarnegara, sebagai ikon momentum budaya, Dengan upacara Pencukuran Anak-anak Berambut Gembel.

Semula ritual pencukuran anak berambut gembel dilakukan sendiri oleh orang tua mereka, Alhasil cukup memberatkan karena dalam tradisi ini biayanya ada yang terbilang lumayan  mahal, Masyarakat (Dieg) meyakini bahwa permintaan si anak berambut gembel itu harus di penuhi sebagai syarat agar ritual berhasil dan rambut gembel pada anak tidak muncul atau tumbuh lagi dan maka dari itu setiap anak yang beranbut gembel selalu di juluki atau kerap di panggil sebagai Anak Bajang atau Raja Tanpa Mahkota.

Dengan adanya ikon dieng yaitu anak berambut gembel tentunya semua itu di kemas dalam Tradisi Budaya atau Event Tahunan yaitu Dieng Culture Festival. Dimana anal-anak berambut gembel merasa senang bertemu dengan teman-teman yang sama di karuniai rambut gembel dan juga wisatawan yang datang untuk menyaksikan acara tersebut akan merasa senang dikarenakan mendapat pengalaman yang tak bisa di temukan di semua destinasi pariwisata manapun.

LEBIH DETAIL TENTANG DIENG CULTURE FESTIVAL CHKE DI BAWAH INI

Dieng Culture Festival

Terima kasih telah menyempatkan membaca info/ artikel Orang dieng di yakini sebagai nenek moyang orang bali via Halodieng.com. Semoga Bermanfaat.
Baca juga artikel :Komplek candi arjuna dieng mahakarya indonesia agar lebih tau tentang Dieng

Info Penting Seputar Dieng Lainya :
Paket Wisata Dieng, Penginapan Dieng, Obyek Wisata Dieng

About

View all posts by

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *