Telaga Dieng

Telaga Dieng

DCIM100GOPROG0137927.

Inilah salah satu objek wisata yang cukup terkenal di Dataran Tinggi Dieng. Keunikan aneka warna yang menghiasi air telaga ini menjadi daya tarik utama para pengunjung untuk datang ke sini. Terletak di Desa Dieng Wetan, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Telaga Warna menjadi salah satu objek wisata andalan di Dataran Tinggi Dieng.

Terletak di ketinggian lebih dari 2.000 meter di atas permukaan laut, pada saat-saat tertentu dapat terlihat lima warna yang menghiasi permukaan air di telaga ini. Kelima warna tersebut adalah merah, hijau, biru, abu-abu, dan kuning. Hanya saja, kesempatan untuk melihat kelima warna tersebut akan didapat pada sekitar Bulan Juli atau Bulan Agustus, atau ketika musim kemarau. Selain dari dua bulan tersebut, warna pada permukaan air hanya akan terlihat empat macam.

Ada beberapa hal yang mempengaruhi aneka warna pada permukaan air di telaga ini. Faktor-faktor tersebut adalah plankton, kandungan belerang, sinar matahari, dan tumbuhan serta lingkungan sekitar.

Sementara, masyarakat sekitar mengaitkan warna-warna yang terlihat pada permukaan telaga dengan legenda Cupumanik Astagina. Cupumanik Astagina merupakan pusaka milik Batara Surya. Melalui benda pusaka ini, dapat dilihat jiwa manusia seutuhnya, tanpa dosa. Marah karena kecewa, Batara Surya melemparkan Cupumanik Astagina ke langit. Bagian isi Cupumanik Astagina tumpah di telaga ini dan mengubah warna air di dalamnya, sementara bagian tutupnya jatuh di Telaga Semala yang ada di India.

Telaga Warna diperkirakan berusia sama dengan Dataran Tinggi Dieng. Telaga ini merupakan telaga vulkanik yang terbentuk akibat letusan Gunung Perahu Tua – yang juga membentuk Dataran Tinggi Dieng. Air di telaga ini memiliki kandungan belerang yang sangat tinggi.

Berada di sekitar Telaga Warna, terdapat sebuah kawah kecil yang dinamakan Kawah Sikendang. Kawah ini merupakan kumpulan air panas yang tidak bisa keluar karena tertahan oleh tanah. Tekanan air panas tersebut kemudian menghasilkan bunyi seperti orang yang memainkan gendang. Karenanya, kawah ini dinamakan “sikendang”.

Telaga Pengilon.telaga-pengilon

Terletak bersebelahan dengan Telaga Warna, terdapat sebuah telaga yang juga memiliki arti tersendiri bagi masyarakat Dataran Tinggi Dieng. Masyarakat sekitar memberikan nama “pengilon” pada telaga ini.

Walau terletak berdekatan, bahkan pada salah satu sisi terlihat hampir menyatu, kedua telaga yang terbentuk karena letusan Gunung Prahu Tua ini memiliki beberapa perbedaan.

Perbedaan pertama terdapat pada warna permukaan air. Jika Telaga Warna terkenal karena pemukaan airnya yang berwarna-warni, air di Telaga Pengilon akan terlihat berwarna cokelat jika dilihat dari kejauhan. Tapi berjalanlah mendekat, akan diketahui bahwa cokelat tersebut merupakan warna lumpur di dasar telaga – sementara air telaga sangat jernih.

Perbedaan kedua terdapat pada kandungan belerang. Jika air di Telaga Warna memiliki kandungan belerang yang sangat tinggi, air di Telaga Pengilon tidak mengandung belerang – kalaupun ada, dalam tingkat yang sangat rendah. Karenanya, masyarakat sekitar sering menggunakan air dari telaga ini untuk kebutuhan sehari-hari.

Selain itu, masyarakat sekitar memiliki beberapa kepercayaan terkait dengan Telaga Pengilon. Dalam bahasa Jawa, “pengilon” berarti berkaca. Hal ini karena air di telaga ini sangat jernih, sehingga ketika menatap ke permukaan telaga, dapat terlihat bagian dasarnya. Nama “pengilon” yang diberikan pada telaga ini juga dikaitkan dengan kepercayaan yang beredar di masyarakat. Jika ada orang yang memiliki niat jahat, maka bayangannya di permukaan air akan terlihat buruk. Tapi sebaliknya, jika ada orang yang memiliki niat baik, maka bayangannya di permukaan air akan terlihat indah.

Kondisi air di telaga ini pun memiliki arti bagi masyarakat sekitar. Jika air di telaga ini menjadi keruh, masyarakat sekitar percaya bahwa akan ada wabah penyakit yang akan menyerang.

Telaga Pengilon berada di dalam Taman Wisata Alam Telaga Warna. Di area seluas 39,6 hektare ini, terdapat dua telaga dan sebuah kompleks pertapaan.